Assalamualaikum, readers~
Di tanggal 17 Januari 2020 ini aku mau mereviu salah satu mini novel yang ditulis oleh penulis tersohor di Indonesia, yaitu Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik).
Buku ini aku ambil dari rak buku Gramedia Pondok Indah Mall dan membelinya sesuai budget yang ku bawa di kantong, di tanggal 14 Januari 2020 kemarin. Ini menjadi novel pertama yang aku beli di awal tahun. Hihi.
Langsung saja, aku akan mereviu data publikasi dari bukunya terlebih dahulu.
Btw, sebelum lanjut lebih jauh. Mari kita mengenal istilah "Data Publikasi" terlebih dahulu, ya!
Jadi, data publikasi buku itu adalah segala keterangan yang berkaitan dengan proses penerbitan sebuah buku. Termasuk di dalamnya adalah judul buku, nama pengarang, hingga harga bukunya di pasaran.
Adapun data publikasi bukunya adalah sebagai berikut! 🙌🏻
- Judul Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra
- Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
- Penerbit : Republika
- Kota Terbit : Jakarta
- Tahun Terbit : 2005
- Tebal Halaman : vii + 111 halaman 20.5 x 13.5 cm
- Harga : Rp 30.000-,
Oh iya, buku yang sekarang jadi koleksi pertama di tahun 2020 milikku ini adalah Cetakan Ke 27 lho! Keren gak tuh.
____________________
Novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini adalah salah satu karya dari eksperimennya kang Abik sebelum beliau menulis novel "Ayat-ayat Cinta". Dari mini novel ini terdapat dua judul cerita di dalamnya, yang pertama berjudul "Pudarnya Pesona Cleopatra" yang jika kalian baca di tempat ramai sekalipun, akan mampu membuat mata berkaca-kaca, dan ketika dibaca di tempat sepi justru akan membuat bendungan air matamu hancur. Hehe.
Yang kedua, berjudul "Embun Cinta Niyala", kalo cerita yang satu ini bukan hanya mampu membikin air mata pembaca meleleh, tapi juga hati terkoyak-koyak.
Sumpah, aku ga ngerti lagi kenapa Kang Abik menulis cerita yang selalu membikin aku tercabik-cabik, meleyot, tersungkur, terseok-seok. *Hehe lagi.
"Pudarnya Pesona Cleopatra"
Mengisahkann tentang seorang pria lulusan dari mesir, yang dijodohkan oleh ibunya dengan gadis bernama Raihana.
Raihana adalah seorang Hafizah berparas cantik, putri dari teman ibunya yang sudah saling mengikat janji sejak masih nyantri.
Sebagaimana azam mereka, jika kedua perempuan itu dikaruniai anak yang berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan.
Sebagai bentuk bakti terhadap orang tuanya, anak lelaki itu menerima perjodohan ibunya. Ia hidup penuh dengan kepura-puraan, berpura-pura menjadi suami, dan memaksakan hatinya untuk terbuka kepada istrinya. Hatinya sukar terbuka sebab ia masih terobsesi dengan paras cantik gadis-gadis Mesir, sehingga ia sulit menerima perempuan manapun yang ada di hadapannya dan baginya mereka tak bernilai apa-apa. Bahkan saat akad berlangsung pun ia masih belum bisa lepas dari bayangan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra itu. Jika ada delapan gadis Mesir, menurutnya yang cantik itu enam belas. Sebab bayangannya juga ikut cantik.
Raihana digambarkan sebagai tokoh istri yang sabar dan taat terhadap suami. Bagaimanapun perilaku sang suami kepadanya, ia tetap ramah dan santun melayani dan mengabdi pada suaminya.
Biasanya, dalam novel yang menceritakan kehidupan rumah tangga, akan ada momen di mana orang tua mendambakan kelahiran cucu dari anak-anaknya.
Ya, dalam ceritanya Raihana dan suami memenuhi keinginan orang tuanya atas dasar berbakti.
Bak brangkas yang kehilangan kuncinya, hati suami Raihana sangat sukar terbuka. Sekalipun istrinya tengah mengandung, pria itu masih belum bisa mencintai Raihana.
Dalam suatu pelatihan, suami Raihana ditakdirkan bertemu dengan seorang bernama Pak Qalyubi yang menceritakan pengalaman pahitnya saat harus menikahi seorang gadis mesir ketika ia masih berkuliah di sana. Perempuan Mesir yang cantik jelita yang memiliki pesona bak Cleopatra, tetapi tak berahlak baik, banyak menuntut dan tega menyelingkuhi suaminya.
Setelah mendengar kisah pahit pak Qalyubi, tiba-tiba ia teringat Raihana. Istri yang tidak pernah banyak menuntut, shaliha, sabar menghadapinya yang tega menelantarkannya.
Setelah menyadari sikapnya yang buruk terhadap perempuan baik itu, lagi-lagi pria itu ditakdirkan Tuhan untuk menyesali perbuatannya setelah dipertemukan dengan sekumpulan surat yang biasa ditulis Raihana, isi hatinya, keadaannya, tekanannya, yang tidak sempat disampaikan kepada pria yang tidak menganggapnya ada.
Hebatnya, tokoh Raihana ini sering puasa sunnah untuk meredam hasrat biologisnya, ia juga berupaya melawan badai deritanya dengan terus melantunkan ayat suci Al-Qur'an.
Pria itu menangis tersedu-sedu saat mulai memahami istrinya, hatinya sangat pilu, jiwanya remuk. Ia merindukan Raihana, tetapi sudah terlambat. Raihana dan anaknya tidak selamat, ingin tahu apa yang menyebabkan Raihana dan anaknya tidak selamat?
Baca bukunya dong~ hehe.
Cinta tidak menyadari kedatangannya,
sampai ada saat perpisahan.
-Khalil Gibran-
____________________
Nahhhh kurang lebih seperti itu ya, ringkasan ceritanya.
*Kalian bisa lihat di bagian atas untuk sampul bukunya, menurut ku ilustrasi yang ada di sampul buku yang baru ini sangat merepresentasikan isi ceritanya. Epik, unik, dan penuh makna.
Readers~
Banyak hal yang menarik dari novel ini, terlebih lagi novel ini bernuansa islami, Bahasa yang digunakan dalam novel cukup mudah dipahami, aku sangat menyarankan kalian untuk membaca novel ini, sebab kalian akan terjatuh dalam emosi positif ceritanya, dan mengambil banyak nilai-nilai kehidupan.
🌟 Rating untuk novel ini 4,5/5.
[UNTUK CERITA yang berjudul "Setetes Embun Cinta Niyala", bagian kedua dari novel Pudarnya Pesona Cleopatra, aku bakal POSTING di laman selanjutnya, Insya Allah.]
Yuk berikan komentar dan saran kalian, kira-kira nanti aku harus membaca buku apalagi ya untuk dibuatkan reviunya.
Terima kasih, readers.
Wassalamualaikum.🌻
Assalamualaikum, readers~
Di tanggal 17 Januari 2020 ini aku mau mereviu salah satu mini novel yang ditulis oleh penulis tersohor di Indonesia, yaitu Habiburrahman El-Shirazy (Kang Abik).
Buku ini aku ambil dari rak buku Gramedia Pondok Indah Mall dan membelinya sesuai budget yang ku bawa di kantong, di tanggal 14 Januari 2020 kemarin. Ini menjadi novel pertama yang aku beli di awal tahun. Hihi.
Langsung saja, aku akan mereviu data publikasi dari bukunya terlebih dahulu.
Btw, sebelum lanjut lebih jauh. Mari kita mengenal istilah "Data Publikasi" terlebih dahulu, ya!
Jadi, data publikasi buku itu adalah segala keterangan yang berkaitan dengan proses penerbitan sebuah buku. Termasuk di dalamnya adalah judul buku, nama pengarang, hingga harga bukunya di pasaran.
Adapun data publikasi bukunya adalah sebagai berikut! 🙌🏻
- Judul Buku : Pudarnya Pesona Cleopatra
- Pengarang : Habiburrahman El Shirazy
- Penerbit : Republika
- Kota Terbit : Jakarta
- Tahun Terbit : 2005
- Tebal Halaman : vii + 111 halaman 20.5 x 13.5 cm
- Harga : Rp 30.000-,
Oh iya, buku yang sekarang jadi koleksi pertama di tahun 2020 milikku ini adalah Cetakan Ke 27 lho! Keren gak tuh.
____________________
Novel Pudarnya Pesona Cleopatra ini adalah salah satu karya dari eksperimennya kang Abik sebelum beliau menulis novel "Ayat-ayat Cinta". Dari mini novel ini terdapat dua judul cerita di dalamnya, yang pertama berjudul "Pudarnya Pesona Cleopatra" yang jika kalian baca di tempat ramai sekalipun, akan mampu membuat mata berkaca-kaca, dan ketika dibaca di tempat sepi justru akan membuat bendungan air matamu hancur. Hehe.
Yang kedua, berjudul "Embun Cinta Niyala", kalo cerita yang satu ini bukan hanya mampu membikin air mata pembaca meleleh, tapi juga hati terkoyak-koyak.
Sumpah, aku ga ngerti lagi kenapa Kang Abik menulis cerita yang selalu membikin aku tercabik-cabik, meleyot, tersungkur, terseok-seok. *Hehe lagi.
"Pudarnya Pesona Cleopatra"
Mengisahkann tentang seorang pria lulusan dari mesir, yang dijodohkan oleh ibunya dengan gadis bernama Raihana.
Raihana adalah seorang Hafizah berparas cantik, putri dari teman ibunya yang sudah saling mengikat janji sejak masih nyantri.
Sebagaimana azam mereka, jika kedua perempuan itu dikaruniai anak yang berlainan jenis akan besanan untuk memperteguh tali persaudaraan.
Sebagai bentuk bakti terhadap orang tuanya, anak lelaki itu menerima perjodohan ibunya. Ia hidup penuh dengan kepura-puraan, berpura-pura menjadi suami, dan memaksakan hatinya untuk terbuka kepada istrinya. Hatinya sukar terbuka sebab ia masih terobsesi dengan paras cantik gadis-gadis Mesir, sehingga ia sulit menerima perempuan manapun yang ada di hadapannya dan baginya mereka tak bernilai apa-apa. Bahkan saat akad berlangsung pun ia masih belum bisa lepas dari bayangan gadis-gadis Mesir titisan Cleopatra itu. Jika ada delapan gadis Mesir, menurutnya yang cantik itu enam belas. Sebab bayangannya juga ikut cantik.
Raihana digambarkan sebagai tokoh istri yang sabar dan taat terhadap suami. Bagaimanapun perilaku sang suami kepadanya, ia tetap ramah dan santun melayani dan mengabdi pada suaminya.
Biasanya, dalam novel yang menceritakan kehidupan rumah tangga, akan ada momen di mana orang tua mendambakan kelahiran cucu dari anak-anaknya.
Ya, dalam ceritanya Raihana dan suami memenuhi keinginan orang tuanya atas dasar berbakti.
Bak brangkas yang kehilangan kuncinya, hati suami Raihana sangat sukar terbuka. Sekalipun istrinya tengah mengandung, pria itu masih belum bisa mencintai Raihana.
Dalam suatu pelatihan, suami Raihana ditakdirkan bertemu dengan seorang bernama Pak Qalyubi yang menceritakan pengalaman pahitnya saat harus menikahi seorang gadis mesir ketika ia masih berkuliah di sana. Perempuan Mesir yang cantik jelita yang memiliki pesona bak Cleopatra, tetapi tak berahlak baik, banyak menuntut dan tega menyelingkuhi suaminya.
Setelah mendengar kisah pahit pak Qalyubi, tiba-tiba ia teringat Raihana. Istri yang tidak pernah banyak menuntut, shaliha, sabar menghadapinya yang tega menelantarkannya.
Setelah menyadari sikapnya yang buruk terhadap perempuan baik itu, lagi-lagi pria itu ditakdirkan Tuhan untuk menyesali perbuatannya setelah dipertemukan dengan sekumpulan surat yang biasa ditulis Raihana, isi hatinya, keadaannya, tekanannya, yang tidak sempat disampaikan kepada pria yang tidak menganggapnya ada.
Hebatnya, tokoh Raihana ini sering puasa sunnah untuk meredam hasrat biologisnya, ia juga berupaya melawan badai deritanya dengan terus melantunkan ayat suci Al-Qur'an.
Pria itu menangis tersedu-sedu saat mulai memahami istrinya, hatinya sangat pilu, jiwanya remuk. Ia merindukan Raihana, tetapi sudah terlambat. Raihana dan anaknya tidak selamat, ingin tahu apa yang menyebabkan Raihana dan anaknya tidak selamat?
Baca bukunya dong~ hehe.
Cinta tidak menyadari kedatangannya,
sampai ada saat perpisahan.
-Khalil Gibran-
____________________
Nahhhh kurang lebih seperti itu ya, ringkasan ceritanya.
*Kalian bisa lihat di bagian atas untuk sampul bukunya, menurut ku ilustrasi yang ada di sampul buku yang baru ini sangat merepresentasikan isi ceritanya. Epik, unik, dan penuh makna.
Readers~
Banyak hal yang menarik dari novel ini, terlebih lagi novel ini bernuansa islami, Bahasa yang digunakan dalam novel cukup mudah dipahami, aku sangat menyarankan kalian untuk membaca novel ini, sebab kalian akan terjatuh dalam emosi positif ceritanya, dan mengambil banyak nilai-nilai kehidupan.
🌟 Rating untuk novel ini 4,5/5.
[UNTUK CERITA yang berjudul "Setetes Embun Cinta Niyala", bagian kedua dari novel Pudarnya Pesona Cleopatra, aku bakal POSTING di laman selanjutnya, Insya Allah.]
Yuk berikan komentar dan saran kalian, kira-kira nanti aku harus membaca buku apalagi ya untuk dibuatkan reviunya.
Terima kasih, readers.
Wassalamualaikum.🌻

oke bagus lanjutkan
BalasHapusJadi pengen bacaa novelnya setelah membaca reviewnyaa, kereen pokoknya
BalasHapusParah2, masa gk ada yg ngasih tau ke suaminya sih , aduhhh
BalasHapusRequest novel MINE
BalasHapusKeren
BalasHapus